, , ,

Aliyah Mustika Ilham: Pemerintah Harus Hadir Secara Humanis di Ruang Digital

oleh -944 Dilihat

Makassar – Dalam era digital yang serba cepat dan tanpa batas, Wakil Wali Kota Makassar, Aliyah Mustika Ilham, menegaskan pentingnya peran aktif pemerintah dalam menciptakan ruang digital yang aman, sehat, dan beretika. Menurutnya, negara tidak boleh hanya menjadi penonton, melainkan harus hadir secara humanis, bijak, dan solutif di tengah derasnya arus informasi yang membanjiri masyarakat.

Pernyataan ini ia sampaikan dalam sebuah kegiatan sosialisasi literasi digital, di mana Aliyah menjadi pembicara utama. Dalam kesempatan itu, ia menyoroti bagaimana kehadiran pemerintah yang manusiawi di ruang digital menjadi kunci untuk menjaga generasi muda dari konten negatif, hoaks, hingga ancaman radikalisme daring.

“Kita tidak cukup hanya bicara soal infrastruktur digital. Pemerintah harus turun tangan secara langsung, membangun kesadaran masyarakat tentang cara bermedia sosial yang sehat dan bertanggung jawab,” ujar Aliyah.

Ruang Digital Adalah Ruang Sosial Baru

Aliyah menegaskan bahwa internet saat ini bukan lagi sekadar alat komunikasi, tapi sudah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari masyarakat. Mulai dari anak-anak hingga orang dewasa, hampir semua aktivitas—baik sosial, pendidikan, hingga ekonomi—sudah bersentuhan dengan dunia digital.

Namun, ia juga mengingatkan bahwa ruang digital memiliki risiko besar jika tidak diimbangi dengan etika digital dan literasi informasi. Banyak pengguna media sosial yang belum memahami konsekuensi hukum dan sosial dari setiap unggahan, komentar, atau konten yang mereka konsumsi dan sebarkan.

“Di dunia nyata kita punya aturan, di dunia maya pun harus ada batasan. Tapi bukan dengan cara menakut-nakuti, melainkan dengan pendekatan yang mendidik dan mengajak,” jelasnya.

Aliyah Mustika
Aliyah Mustika

Baca juga: Munafri Instruksikan Revitalisasi SMPN 53 Makassar, Harus Jadi Pilihan Bukan Pelarian

Pentingnya Empati dan Etika Digital

Aliyah juga mengajak masyarakat, khususnya generasi muda, untuk menanamkan empati dan sopan santun saat berinteraksi di dunia maya. Ia menyayangkan masih banyak konten di media sosial yang cenderung menyebarkan kebencian, hoaks, dan memecah belah masyarakat.

“Jangan jadikan media sosial sebagai tempat pelampiasan emosi negatif. Budaya kita yang santun dan gotong royong harus tetap hidup, baik di dunia nyata maupun dunia digital,” tutur istri mantan Wali Kota Makassar Ilham Arief Sirajuddin ini.

Kolaborasi Adalah Kunci

Lebih lanjut, Aliyah mendorong kolaborasi antara pemerintah, sekolah, orang tua, komunitas digital, dan media, dalam menciptakan ekosistem digital yang sehat. Ia menyarankan agar edukasi mengenai literasi digital dimasukkan dalam kurikulum sekolah serta diperkuat dengan pelatihan di tingkat komunitas.

Ia juga menegaskan bahwa penguatan kapasitas masyarakat dalam menghadapi era digital adalah bentuk perlindungan negara terhadap rakyatnya. Kehadiran pemerintah tidak boleh bersifat mengontrol secara berlebihan, namun harus menjadi fasilitator dan pendamping yang bijak.

Kesimpulan: Pemerintah yang Melek Digital, Masyarakat yang Tangguh

Dengan pendekatan yang humanis dan proaktif, pemerintah bisa menjadi kekuatan besar dalam membangun masyarakat digital yang cerdas, kritis, dan berempati. Aliyah Mustika Ilham menutup dengan seruan agar semua elemen bangsa tidak hanya fokus pada transformasi teknologi, tapi juga pada transformasi mental dan karakter dalam menggunakan ruang digital secara bertanggung jawab.

“Digitalisasi adalah keniscayaan, tapi kemanusiaan harus tetap menjadi panglima.”

Shoppe Mall

No More Posts Available.

No more pages to load.