Bilqis Sempat Emoh Pulang gegara Anggap Suku Anak Dalam Jambi Ortunya

oleh -552 Dilihat
oleh

Ruang Makassar Kasus penculikan balita bernama Bilqis, yang sempat menggemparkan Kota Makassar, akhirnya berakhir setelah pelaku berhasil ditangkap oleh pihak kepolisian. Balita berusia 4 tahun ini ditemukan selamat di Jambi setelah enam hari dinyatakan hilang.

Pelaku, seorang wanita berinisial Sri Yuliana, diduga membawa Bilqis dengan maksud untuk menjualnya. Kasus ini menjadi sorotan publik karena metode yang digunakan pelaku cukup rapi, yakni merekrut korban melalui fasilitas umum di Makassar sebelum membawanya keluar daerah.

Menurut keterangan polisi, Bilqis sempat menolak untuk kembali ke rumah karena kebingungan dan ketidakpahaman anak terhadap situasi. Dalam wawancara eksklusif yang dilaporkan detikjogja, Bilqis mengaku awalnya menganggap Suku Anak Dalam di Jambi sebagai orangtuanya. Hal ini membuat proses reunifikasi dengan keluarga biologisnya sedikit menantang.

“Bilqis sempat emoh pulang karena menganggap Suku Anak Dalam di Jambi sebagai orangtuanya,” tulis detikjogja dalam laporannya <ref>https://www.detik.com/jogja/berita/d-8205733/bilqis-sempat-emoh-pulang-gegara-anggap-suku-anak-dalam-jambi-ortunya</ref>.

Kepolisian Makassar melakukan penyelidikan intensif sejak laporan kehilangan diterima. Berkat koordinasi lintas wilayah antara Polda Sulawesi Selatan dan pihak kepolisian di Jambi, pelaku berhasil ditemukan dan diamankan. Balita Bilqis kemudian dibawa kembali ke Makassar untuk diserahkan kepada keluarganya dengan pendampingan psikologis agar dapat pulih secara emosional dari trauma akibat pengalaman tersebut.

Kasus ini juga memicu diskusi mengenai perlindungan anak dan kesadaran masyarakat terhadap potensi ancaman penculikan, khususnya di fasilitas umum, sekolah, dan area publik. Para ahli psikologi anak menekankan pentingnya edukasi dini bagi anak tentang keselamatan diri, serta peran orangtua dan masyarakat dalam mengawasi anak-anak di ruang publik.

Selain aspek keamanan, kasus ini menyoroti pentingnya kerja sama lintas instansi dalam penanganan kasus penculikan anak, termasuk aparat kepolisian, Dinas Sosial, dan lembaga perlindungan anak. Langkah-langkah preventif seperti pemasangan kamera CCTV, pengawasan di area publik, dan sosialisasi pencegahan penculikan sangat dianjurkan agar kejadian serupa dapat diminimalkan.

Keluarga Bilqis, melalui pernyataan resmi, menyampaikan rasa syukur atas terselamatkannya anak mereka dan mengapresiasi kinerja aparat kepolisian yang cepat dan profesional. Orangtua juga berjanji akan meningkatkan pengawasan terhadap Bilqis dan mengedukasi anak mereka tentang pentingnya tidak mudah percaya kepada orang asing.

Kasus ini kini menjadi pelajaran berharga bagi masyarakat Kota Makassar dan sekitarnya, bahwa ancaman penculikan anak dapat terjadi di mana saja, namun dapat dicegah melalui kesadaran masyarakat, koordinasi aparat keamanan, serta edukasi dan pengawasan keluarga yang ketat.

Shoppe Mall

No More Posts Available.

No more pages to load.