Ruangan Makassar – Kasus TBC di Sulsel Tembus 19.834 hingga September 2025, Makassar Terbanyak Jumlah kasus Tuberkulosis (TBC) di Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) masih menunjukkan tren tinggi. Berdasarkan data Dinas Kesehatan Sulsel hingga September 2025, tercatat 19.834 kasus TBC yang terdeteksi di berbagai kabupaten/kota. Dari jumlah tersebut, Kota Makassar menyumbang kasus terbanyak.
Angka ini menandakan bahwa TBC masih menjadi salah satu masalah kesehatan serius di Sulsel, meski berbagai upaya penanggulangan terus dilakukan pemerintah dan mitra kesehatan.
baca juga:Pemprov Sulsel Siapkan Gugatan Lawan Eksekusi Lahan Brigade Siaga Bencana
Distribusi Kasus
Data menunjukkan, kasus tertinggi berada di Kota Makassar dengan ribuan penderita, disusul Kabupaten Gowa, Maros, dan Bone. Sementara itu, daerah kepulauan dan wilayah pelosok juga mencatat kasus, meski dengan angka relatif lebih rendah karena keterbatasan akses layanan kesehatan.
Seorang pejabat Dinkes Sulsel menjelaskan bahwa tingginya kasus di Makassar salah satunya karena sistem pencatatan dan pelaporan lebih baik dibandingkan daerah lain, serta mobilitas penduduk yang tinggi.
Faktor Penyebab
Beberapa faktor yang mendorong tingginya kasus TBC di Sulsel antara lain:
-
Kepadatan penduduk di perkotaan, khususnya Makassar, yang mempermudah penularan.
-
Kesadaran masyarakat yang masih rendah untuk memeriksakan diri sejak dini.
-
Kepatuhan minum obat yang belum optimal pada sebagian pasien, sehingga berisiko menularkan ke orang lain.
-
Faktor gizi dan daya tahan tubuh, terutama pada kelompok rentan.
Upaya Penanggulangan
Pemerintah Provinsi Sulsel bersama Kementerian Kesehatan terus melakukan berbagai langkah strategis, di antaranya:
-
Program penemuan kasus aktif melalui skrining di sekolah, tempat kerja, dan komunitas.
-
Penguatan layanan DOTS (Directly Observed Treatment, Short-Course) di seluruh fasilitas kesehatan.
-
Pemberian obat TBC secara gratis dan pendampingan pasien hingga tuntas.
-
Kampanye edukasi publik agar masyarakat tidak malu memeriksakan diri dan lebih patuh pada pengobatan.
Selain itu, dukungan dari organisasi internasional juga turut memperkuat upaya percepatan eliminasi TBC di Sulsel.
Harapan Pemerintah
“Target nasional adalah eliminasi TBC pada 2030. Untuk itu, semua pihak harus berkolaborasi, baik pemerintah, tenaga kesehatan, maupun masyarakat,” ujarnya.
Ia juga meminta peran aktif keluarga dalam mendukung pasien agar tidak putus berobat.
Penutup
Kasus TBC yang menembus 19.834 orang hingga September 2025 menjadi peringatan serius bahwa penyakit ini masih mengintai masyarakat Sulsel, terutama di perkotaan padat seperti Makassar.


![Hartono-dewan-e1740835353278[1]](https://www.artem-communication.com/wp-content/uploads/2025/10/Hartono-dewan-e17408353532781-148x111.jpg)