Kolaborasi UNM, Pemkot Makassar Bentuk Tim Khusus Rancang Kurikulum Bermuatan Lokal

oleh -558 Dilihat
oleh

Ruang Makassar Pemerintah Kota Makassar kembali menegaskan komitmennya untuk memperkuat jati diri generasi muda melalui pendidikan etika, sopan santun, dan nilai-nilai kearifan lokal. Upaya ini diwujudkan dengan pengintegrasian materi budaya lokal dan tata krama ke dalam kurikulum muatan lokal bagi jenjang Sekolah Dasar (SD) hingga Sekolah Menengah Pertama (SMP).

Program ini digulirkan langsung oleh Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, melalui gagasan yang mengedepankan pembentukan karakter, disiplin, dan sopan santun sejak usia dini. Menurut Munafri, pendidikan formal tidak hanya bertujuan mentransfer ilmu pengetahuan, tetapi juga membentuk kepribadian, moral, dan rasa cinta tanah air bagi anak-anak sebagai generasi penerus.

Gagasan ini diformulasikan secara resmi dalam Temu Awal Rencana Penyusunan Kurikulum Muatan Lokal dan Pendidikan Karakter, yang digelar di Universitas Negeri Makassar (UNM), Senin (22/9/2025). Acara tersebut dihadiri oleh perwakilan Dinas Pendidikan Kota Makassar, guru, akademisi, tokoh masyarakat, serta praktisi pendidikan, yang bersama-sama berdiskusi mengenai strategi implementasi kurikulum yang kontekstual dan sesuai kebutuhan lokal.

“Pendidikan bukan hanya soal angka dan prestasi akademik. Lebih penting lagi, generasi muda kita harus memiliki karakter, tata krama, dan kesadaran akan budaya sendiri. Dengan kurikulum muatan lokal yang diperkuat pendidikan karakter, kita berharap anak-anak Makassar akan tumbuh menjadi pribadi yang beretika, disiplin, dan mencintai kearifan lokalnya,” ujar Wali Kota Munafri Arifuddin dalam sambutannya.

Menurut Munafri, penguatan kurikulum muatan lokal ini juga merespons dinamika sosial di era modern yang rentan terhadap pengaruh negatif, termasuk pergaulan bebas, penyalahgunaan teknologi, dan nilai-nilai global yang sering menggeser budaya lokal. “Dengan mengenalkan budaya, adat istiadat, dan sopan santun secara sistematis di sekolah, generasi muda akan lebih memiliki akar budaya yang kuat, sekaligus meningkatkan rasa saling menghormati antar sesama,” jelasnya.

Lebih jauh, Dinas Pendidikan Kota Makassar menambahkan bahwa kurikulum ini akan mencakup beberapa aspek penting, antara lain:

  1. Pengenalan kearifan lokal, seperti bahasa daerah, tarian tradisional, musik, dan seni budaya Makassar.

  2. Etika dan sopan santun, termasuk sikap menghormati guru, orang tua, dan sesama teman.

  3. Pendidikan karakter, seperti kedisiplinan, tanggung jawab, toleransi, dan kerja sama dalam kegiatan sekolah dan masyarakat.

  4. Integrasi nilai sosial dan lingkungan, agar anak-anak memahami pentingnya menjaga lingkungan dan berkontribusi positif bagi masyarakat.

Para guru yang hadir juga diberikan pelatihan awal untuk mengembangkan modul pengajaran yang interaktif dan relevan dengan kondisi siswa di Makassar. Beberapa akademisi dari UNM menekankan pentingnya metode pembelajaran yang menggabungkan teori, praktik, dan pengalaman langsung, agar anak-anak lebih mudah memahami dan menginternalisasi nilai-nilai yang diajarkan.

Selain itu, kurikulum ini dirancang agar dapat menjadi contoh bagi kota-kota lain di Sulawesi Selatan dan Indonesia Timur, sebagai model integrasi antara pendidikan formal dengan penguatan budaya lokal dan pendidikan karakter. Pemerintah Kota Makassar menargetkan implementasi kurikulum ini akan mulai diterapkan pada tahun ajaran 2025/2026, dengan evaluasi berkala untuk memastikan efektivitas dan kesesuaian materi.

“Kami berharap generasi muda Makassar tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki kepribadian yang berkarakter, menjunjung tinggi sopan santun, dan tetap bangga akan budaya daerah sendiri. Ini investasi jangka panjang bagi masa depan kota kita,” pungkas Munafri.

Dengan langkah ini, Makassar menegaskan komitmennya sebagai kota pendidikan dan budaya, yang tidak hanya fokus pada pembangunan infrastruktur atau ekonomi, tetapi juga pada pembentukan karakter generasi penerus yang berkualitas dan beretika.

Shoppe Mall

No More Posts Available.

No more pages to load.