Makassar, Sulawesi Selatan — Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin mengambil langkah tegas dan progresif dengan menginstruksikan revitalisasi menyeluruh terhadap SMP Negeri 53 Makassar, yang berlokasi di kawasan Biringkanaya. Langkah ini diambil sebagai bagian dari komitmennya untuk meningkatkan kualitas pendidikan di seluruh pelosok kota.
Dalam kunjungan kerjanya pada Jumat (25/7/2025), Munafri menyoroti kondisi sarana dan prasarana sekolah yang menurutnya belum ideal untuk mendukung proses belajar-mengajar secara maksimal.
“Saya tidak ingin SMPN 53 hanya menjadi alternatif terakhir bagi siswa karena keterbatasan pilihan. Sekolah ini harus jadi pilihan utama, bukan sekadar pelarian,” tegas Munafri dalam arahannya di hadapan guru dan jajaran dinas pendidikan.
Revitalisasi Fisik dan Kualitas Akademik
Revitalisasi yang dimaksud tidak hanya menyentuh aspek infrastruktur fisik seperti bangunan, ruang kelas, sanitasi, dan laboratorium, tetapi juga menyasar peningkatan kualitas akademik, kurikulum, serta kapabilitas tenaga pengajar.
Ia juga mendorong adanya pendampingan dari sekolah-sekolah unggulan lainnya di Makassar untuk menjalin kemitraan dan transfer praktik baik.
“Kalau kita ingin pemerataan pendidikan, maka sekolah di pinggiran kota pun harus punya mutu yang setara. Kita tidak bisa lagi membiarkan kesenjangan kualitas terus membesar,” tambah Munafri.

Baca juga: Makassar Tampilkan Karya Tenun Khas di Panggung Wastra Heritage Market Sulsel
Respons Positif dari Guru dan Warga Sekitar
“Kami siap menyambut perubahan ini. Dengan dukungan pemerintah kota, kami yakin SMPN 53 bisa tumbuh menjadi sekolah favorit yang berdaya saing,” ujarnya.
Warga setempat pun turut mengapresiasi langkah cepat Wali Kota. Mereka menilai perhatian pemerintah terhadap sekolah-sekolah di pinggiran kota seperti SMPN 53 sebagai bentuk keberpihakan nyata terhadap pendidikan untuk semua lapisan masyarakat.
Langkah Strategis dalam Visi Pendidikan Kota
Instruksi revitalisasi SMPN 53 merupakan bagian dari visi besar Munafri dalam mewujudkan Makassar sebagai Kota Pendidikan Inklusif dan Berkualitas. Pemerintah Kota menargetkan setidaknya 10 sekolah di kawasan utara dan timur kota akan mendapat perhatian khusus dalam lima tahun mendatang.
Program ini juga terintegrasi dengan inisiatif Sekolah Sehat dan Ramah Anak serta digitalisasi layanan pendidikan melalui aplikasi “Makassar Belajar”.
Harapan Baru untuk Pendidikan Setempat
Langkah Munafri ini bukan hanya tentang membangun gedung, tetapi juga membangun harapan dan masa depan.


