Pelajar SMA di Kota Makassar Tewas Kena Tembak

oleh -724 Dilihat
oleh

Pelajar SMA di Kota Makassar Tewas Kena Tembak

Ruang Makassar Peristiwa tragis kembali terjadi di Kota Makassar, Sulawesi Selatan. Seorang pelajar SMA berinisial MH (16) tewas akibat tembakan senapan angin saat terjadi bentrokan antar kelompok warga di Jalan Tinumbu Lorong 148, Kecamatan Tallo, pada Jumat dini hari, 21 November 2025. Korban ditemukan tergeletak dengan luka tembak di bagian dada, menimbulkan keprihatinan mendalam bagi keluarga dan warga setempat.

Menurut keterangan Kapolsek Tallo, Kompol Syamsuardi, peristiwa ini merupakan kelanjutan dari konflik antar kelompok yang telah berlangsung selama beberapa bulan terakhir di wilayah tersebut. Bentrokan yang sering terjadi biasanya dipicu oleh masalah pribadi, perselisihan antar tetangga, hingga pertikaian lama yang tidak terselesaikan. “Korban MH menjadi bagian dari rangkaian bentrokan tersebut. Kami sangat menyesalkan kejadian ini,” ujar Kompol Syamsuardi, Jumat siang.

Saksi mata menjelaskan, insiden terjadi sekitar pukul 01.30 WITA saat kedua kelompok saling konfrontasi. Awalnya, perkelahian berlangsung secara verbal dan saling ejek, namun kemudian meletus menjadi bentrokan fisik. Senapan angin yang digunakan salah satu pihak melepaskan tembakan yang mengenai korban di dada. Warga yang berada di lokasi segera menghubungi aparat kepolisian dan membawa korban ke rumah sakit terdekat, namun nyawa MH tidak tertolong.

Pihak kepolisian Polsek Tallo langsung melakukan penyelidikan intensif untuk mengidentifikasi pelaku yang menembakkan senapan angin tersebut. Beberapa saksi telah dimintai keterangan, dan polisi menegaskan akan menindak tegas siapapun yang terbukti terlibat. “Kami menekankan kepada masyarakat untuk menahan diri dan menyelesaikan konflik secara damai. Penggunaan senjata apapun, termasuk senapan angin, akan diproses sesuai hukum,” tegas Kompol Syamsuardi.

Peristiwa ini menimbulkan kepanikan di lingkungan setempat. Warga sekitar Lorong 148 menceritakan suasana mencekam ketika bentrokan terjadi. Beberapa warga yang mencoba melerai justru terpaksa menyingkir karena terlibat adu dorong dan dorongan fisik. Sekolah tempat korban belajar juga menyatakan duka cita dan akan memberikan pendampingan psikologis bagi teman-teman sekelas korban.

Selain itu, pihak kepolisian bekerja sama dengan aparat kelurahan dan tokoh masyarakat untuk memperkuat pengawasan di lokasi-lokasi rawan bentrokan. Masyarakat diimbau melaporkan jika ada tanda-tanda konflik agar tidak bereskalasi menjadi kekerasan. Upaya ini juga dimaksudkan untuk memberikan rasa aman bagi warga dan mengurangi potensi korban baru.

Keluarga MH, yang tinggal tidak jauh dari lokasi kejadian, mengaku terpukul atas kehilangan anak mereka. Orang tua korban berharap aparat kepolisian segera menuntaskan kasus ini agar tidak ada korban lain yang berjatuhan. Tokoh pemuda setempat juga menyampaikan imbauan agar generasi muda tidak mudah terprovokasi konflik dan menjadikan peristiwa ini sebagai pelajaran untuk hidup berdampingan.

Kejadian tragis ini kembali menyoroti masalah perang kelompok dan penggunaan senjata ilegal di wilayah perkotaan. Pemerintah kota Makassar bersama kepolisian dan tokoh masyarakat merencanakan program sosialisasi, pendekatan persuasif, serta pendidikan karakter bagi pelajar dan generasi muda, agar kasus kekerasan seperti ini tidak terulang di masa depan.

Peristiwa MH menjadi pengingat bahwa konflik yang tidak diselesaikan dengan cara damai dapat berakibat fatal, terutama jika melibatkan senjata. Aparat keamanan menekankan bahwa keselamatan masyarakat adalah prioritas utama, dan siap memberikan perlindungan maksimal bagi warga Makassar.

Shoppe Mall

No More Posts Available.

No more pages to load.