Ruangan Makassar – Pemuda Bawa Busur Panah Saat Perang Kelompok di Makassar Ditangkap Polisi Aksi perang kelompok kembali pecah di Kota Makassar, Sulawesi Selatan. Kali ini, seorang pemuda berinisial R (20) berhasil diamankan polisi setelah kedapatan membawa busur panah saat terlibat dalam bentrokan antarwarga di kawasan [nama lokasi]. Penangkapan itu langsung menjadi perhatian publik, mengingat perang kelompok kerap meresahkan warga dan merenggut korban jiwa.
baca juga:Pemerintah Percepat Pembangunan Akses Stasiun Kereta Cepat Karawang
Kronologi Penangkapan
Menurut keterangan kepolisian, bentrokan terjadi pada dini hari. Dua kelompok pemuda saling serang dengan batu, parang, hingga busur panah di jalanan. Warga sekitar dibuat panik, sebagian memilih menutup pintu rumah dan tidak berani keluar.
“Petugas yang sedang berpatroli mendengar suara keributan dan langsung menuju lokasi. Saat dibubarkan, satu pemuda diamankan karena membawa busur panah lengkap dengan beberapa anak panah,” jelas Kapolsek [nama kecamatan].
Warga Resah dan Trauma
Bentrokan antar kelompok memang bukan hal baru di Makassar.
“Suara lemparan batu dan teriakan itu bikin kami tidak bisa tidur. Kalau sudah ada busur panah, makin bahaya. Bisa kena siapa saja, bahkan orang yang tidak ikut-ikutan,” ujar seorang warga yang rumahnya tak jauh dari lokasi bentrokan.
Polisi Janjikan Tindakan Tegas
Kapolrestabes Makassar menegaskan bahwa pihaknya tidak akan memberi ruang bagi perang kelompok yang meresahkan masyarakat.
“Siapa pun yang kedapatan membawa senjata tajam, busur panah, atau terlibat perang kelompok akan kami tindak tegas. Ini menyangkut keamanan publik,” tegasnya.
R kini masih menjalani pemeriksaan intensif. Polisi juga sedang mengembangkan penyelidikan untuk mengungkap siapa saja yang ikut dalam perang kelompok malam itu. Tidak menutup kemungkinan, penangkapan lain akan menyusul.
Fenomena Busur Panah di Makassar
Pengamat sosial menilai, penggunaan busur panah menunjukkan adanya pergeseran pola tawuran di kalangan pemuda. “Kalau dulu hanya lempar batu, sekarang mereka pakai senjata yang bisa melukai parah. Ini sudah masuk fase kriminal serius, bukan lagi sekadar tawuran,” kata seorang akademisi dari Universitas Hasanuddin.
Upaya Pencegahan
Pemerintah Kota Makassar bersama aparat kepolisian berulang kali melakukan sosialisasi dan patroli gabungan.
“Solusi jangka panjang bukan hanya penindakan, tapi juga pendekatan sosial dan pemberdayaan pemuda.
Harapan Warga
Warga berharap penangkapan R menjadi titik balik bagi aparat dalam memberantas perang kelompok. Mereka meminta polisi memperketat patroli, terutama di malam hari dan di titik rawan.
“Kami sudah terlalu lama resah. Jangan tunggu ada korban jiwa baru bergerak. Polisi harus benar-benar serius,” kata seorang tokoh masyarakat setempat.
Peristiwa penangkapan pemuda pembawa busur panah ini kembali menegaskan betapa rentannya Makassar terhadap konflik antar kelompok



