Ruangan Makassar – RSUD Haji Makassar Kolaborasi dengan Aksi Stop Stunting Dukung Program Prioritas Gubernur Sulsel Upaya menurunkan angka stunting di Sulawesi Selatan kini semakin kuat dengan hadirnya kolaborasi strategis antara RSUD Haji Makassar dan gerakan Aksi Stop Stunting. Langkah ini menjadi bentuk nyata dukungan terhadap program prioritas Gubernur Sulawesi Selatan dalam mewujudkan generasi sehat, cerdas, dan berdaya saing.
baca juga :Polisi Sebut Penjarah ATM DPRD Makassar Sudah Persiapkan Diri
Stunting Masih Jadi PR Besar
Meski tren prevalensi stunting di Sulsel menunjukkan penurunan dalam beberapa tahun terakhir, angka kasusnya masih cukup tinggi di beberapa kabupaten. Stunting bukan hanya soal gizi buruk, tetapi juga terkait kesehatan ibu hamil, pola asuh, sanitasi, hingga kesadaran masyarakat tentang pentingnya gizi seimbang.
Direktur RSUD Haji Makassar menegaskan, rumah sakit sebagai garda pelayanan kesehatan tingkat provinsi memiliki tanggung jawab untuk ikut berperan aktif.
“Stunting adalah masalah multidimensi. Tidak bisa hanya diserahkan ke satu instansi. RSUD Haji Makassar siap bergandengan tangan dengan semua pihak, termasuk Aksi Stop Stunting,” ujarnya.
Bentuk Kolaborasi: Dari Edukasi hingga Intervensi
Dalam kolaborasi ini, RSUD Haji Makassar menghadirkan berbagai program:
-
Edukasi gizi ibu hamil dan balita melalui kelas ibu hamil dan posyandu binaan.
-
Layanan kesehatan terintegrasi, mulai dari pemeriksaan kehamilan, pemantauan tumbuh kembang anak, hingga pemberian vitamin dan suplementasi gizi.
-
Penyuluhan sanitasi dan pola hidup sehat yang melibatkan kader kesehatan dan komunitas masyarakat.
-
Riset dan pendampingan berbasis data kesehatan untuk memetakan daerah rawan stunting di Sulsel.
Sementara itu, Aksi Stop Stunting menghadirkan jaringan relawan dan komunitas untuk mendampingi keluarga-keluarga rentan di tingkat desa dan kelurahan.
Dukungan dari Pemerintah Provinsi
Program kolaborasi ini mendapat apresiasi dari Gubernur Sulawesi Selatan. Menurutnya, inisiatif RSUD Haji Makassar adalah bukti bahwa rumah sakit tidak hanya menjadi tempat pengobatan, tetapi juga pusat solusi kesehatan masyarakat.
“Stunting adalah salah satu fokus utama pembangunan. Kami berharap semakin banyak pihak melakukan langkah nyata seperti ini, sehingga target penurunan prevalensi stunting di bawah 14% bisa tercapai,” ujar gubernur.
Peran Tenaga Medis dan Relawan
Tenaga medis RSUD Haji Makassar menjadi ujung tombak dalam memberikan layanan langsung, sementara relawan Aksi Stop Stunting membantu membangun kesadaran masyarakat. Kombinasi keduanya menciptakan pendekatan holistik: medis, edukatif, dan sosial.
“Sering kali masalah stunting bukan karena orang tua tidak sayang anaknya, tapi karena kurang pengetahuan. Tugas kami memberi informasi yang tepat sekaligus mendampingi mereka,” jelas salah seorang relawan.
Masyarakat Menyambut Positif
Program ini sudah mulai dijalankan di beberapa titik di Makassar dan Gowa. Banyak ibu muda mengaku terbantu dengan edukasi dan pendampingan yang diberikan.
“Saya jadi tahu pentingnya makan bergizi sejak hamil, bukan hanya setelah anak lahir,” ujar Rani, seorang ibu hamil yang ikut kelas edukasi gizi.
Menuju Generasi Sulsel Sehat dan Cerdas
Dengan sinergi antara RSUD Haji Makassar, Aksi Stop Stunting, pemerintah, dan masyarakat, diharapkan masalah stunting di Sulsel dapat ditekan secara signifikan. Program ini tidak hanya menyasar anak-anak saat ini, tetapi juga menyiapkan generasi masa depan yang lebih sehat, kuat, dan cerdas.
Kesimpulan:


